Senin, 19 Desember 2016

Sendai Framework for Disaster Risk Reduction



Sendai Framework for Disaster Risk Reduction
Sendai Framework merupakan sebuah kesepakatan sukarela yang tidak mengikat, dalam jangka 15 tahun, yang mengakui bahwa negara memiliki peranan penting dalam menanggulangi risiko bencana. Peran tersebut dapat dibagi pada pemerintah setempat, divisi-divisi swasta, dan lain-lain. Sendai Framework merupakan sebuah lanjutan dari Hyogo Framework for Action  yang disiapkan dari tahun 2005-2015. Sendai Framework memiliki tujuan untuk menghasilkan: pengurangan risiko dan kerugian dari bencana dalam kehidupan, mata pencaharian, kesehatan, aset ekonomi, fisik, sosial, budaya dan lingkungan, bisnis, masyarakat dan negara.
The Seven Global Targets (Tujuh Target Global)
(A) Secara substansial mengurangi kematian bencana global yang pada tahun 2030.
(B) Secara substansial mengurangi jumlah orang yang terkena dampak secara global pada tahun 2030.
(C) Mengurangi kerugian ekonomi bencana langsung dalam kaitannya dengan produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2030.
(D) Secara substansial mengurangi kerusakan bencana untuk infrastruktur kritis dan gangguan pelayanan dasar.
(E) Secara substansial meningkatkan jumlah negara dengan strategi pengurangan resiko bencana nasional dan lokal pada tahun 2020.
(F) Secara substansial meningkatkan kerja sama internasional untuk negara-negara berkembang melalui dukungan yang memadai dan berkelanjutan hingga pada tahun 2030.
(G) Secara substansial meningkatkan ketersediaan dan akses ke multi-bahaya sistem peringatan dini dan informasi resiko bencana dan penilaian kepada orang-orang pada tahun 2030.
The Four Priorities for Action (Empat prioritas untuk aksi)
  1. Prioritas 1. Memahami risiko bencana
  2. Prioritas 2. Memperkuat pemerintahan dalam melakukan manajemen bencana
  3. Prioritas 3. Investasi dalam pengurangan risiko bencana, dengan memperkuat resiliensi/ketahanan
  4. Prioritas 4. Menguatkan kesiapan terhadap bencana untuk respon yang efektif dan membangun kembali lebih baik dalam   proses recovery (pemulihan), rehabilitation (rehabilitasi) dan reconstruction (rekonstruksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar